Memutus Mata Rantai Virus Corona Warga Grobogan Dilarang Gelar Tradisi Sedekah Bumi

 

Grobogan – (Jateng) membacabangsa.co.id - segala upaya telah di lakukan  pemkab Grobogan untuk memutus mata rantai virus corona atau Covid-19  yang masih tinggi di grobogan

Salah satunya adalah pemkab Grobogan melarang masyarakat untuk menggelar tradisi sedekah bumi atau apitan. Tradisi apitan atau sedekah bumi biasanya dilangsungkan pada bulan Zulkaidah dalam kalender hijriah atau bulan Apit dalam kalender Jawa.

Semua ini dilakukan Pemkab Grobogan supaya bisa memutus penyebaran virus corona. Soalnya pada pelaksanaan apitan atau  tradisi sedekah bumi ini biasanya melibatkan ratusan hingga ribuan orang.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan peraturan bupati (Perbup) terkait larangan penyelenggaraan tradisi apitan tersebut.


”Keputusan-keputusan tersebut akan berlaku setelah ada peraturan bupati. Saat ini masih proses penyusunan dan dalam pekan ini perbup akan diterbitkan. Kami minta seluruh kepala desa untuk ikut menyosialisasikan masalah ini,” kata Sri Sumarni kepada media.

Larangan untuk menggelar tradisi Apitan juga sudah muncul dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19, beberapa hari lalu. Selain tradisi Apitan, larangan juga diperuntukkan pada pesta pernikahan dan dll yang melibatkan orang banyak

Dalam rapat tersebut juga memutuskan untuk membuka kembali tempat ibadah dan tempat wisata. Demikian pula dengan tempat aktivitas perekonomian juga boleh dibuka tetapi harus mematuhi anjuran pemerintah dengan melaksanakan protokol kesehatan covid -19

”Kami minta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Aparat kami minta untuk menindak masyarakat yang tidak mau mematuhi protokol kesehatan ini,” tandasnya (kholiq)

Komentar Via Facebook :