Ketua DPD Riau SPRI : Jaksa Agung Bongkar Korupsi 23,7 Triliun, Layak Mendapat Reward Dari Presiden

JAKARTA - Kepala Kejaksaan Agung RI, ST Burhanudin, dinilai sangat layak menerima penghargaan atas prestasi yang ditunjukkan belakangan, hal itu disampaikan oleh Ketua DPD Riau Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI), Feri Sibarani, STP, di Pekanbaru, 3/2/2021.

Prestasi spektakuler yang berhasil di ukir oleh Kejaksaan RI tahun 2021 di bawah komando ST Burhanudin yakni membongkar skandal mega korupsi di tubuh Asuransi Asabri, sebesar Rp 23,7 Triliun, yang selama ini dikenal korup. Dan hal itu sekaligus di nilai oleh Feri Sibarani sebagai cara yang natural bagi institusi hukum berlogo tiga bintang Adhyaksa itu untuk menunjukkan "taring" nya dalam pengungkapan kasus-kasus korupsi di Tanah Air.

,"Ini sebuah bukti bagi Negara ini, bahwa kejaksaan masih punya taring untuk diandalkan mengungkap berbagai kasus Kosupsi besar di tanah air, dan ini patut di apresiasi semua pihak, termasuk oleh Presiden RI, Joko Widodo, sukses membongkar kasus 23,7 Triliun, musti diberikan reward kepada Jaksa Agung, ST Burhanudin, yang telah menunjukkan prestasi bagus mengawali tahun ini," terang Feri, menjawab awak media.

Menurutnya, aksi pembongkaran kasus besar ini merupakan sebuah dorongan kuat bagi institusi kejaksaan, agar seluruh kejaksaan di semua jenjang, Kejati, Kejari di seluruh tanah air, dapat termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya dalam mengungkap berbagai korupsi di daerah masing-masing.

,"Ini kan seharusnya menjadi sebuah dorongan bagi semua Kejati dan Kejari di tanah air, agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam mengungkap kasus-kasus korupsi, sebagaimana kita ketahui, bahwa korupsi begitu marak di Negara ini," lanjut Feri.

Selain itu, ditambahkan oleh Feri, bahwa awal pengungkapan kasus korupsi sebesar Rp 23,7 Triliun tersebut dikatakan olehnya tergantung bagaimana kinerja intelijen Kejaksaan dalam mengumpulkan bahan dan keterangan dari saksi-saksi, termasuk temuan BPK RI yang setiap tahun rutin melakukan audit, disebut Feri layak untuk dijadikan petunjuk awal dalam memulai suatu proses pengungkapan korupsi.

,"Sebenarnya keberhasilan Kejagung mengungkap kasus Asabri ini tidak terlepas dari petunjuk dalam temuan BPK RI, sebagaimana dalam berbagai pemberitaan di media-media, awalnya temuan BPKP 17 Triliun, temuan BPK RI 22 Triliun, dan ini dikembangkan oleh tim penyidik Kejagung, artinya, Temuan BPK RI itu sangat layak untuk dijadikan sebagai langkah awal penyelidikan," Urai Feri.

Menurutnya, sangat aneh, jika ada institusi kejaksaan menolak laporan masyarakat terkait Kosupsi di sebuah pemerintahan dengan alasan karena hanya temuan BPK RI.

,"Buktinya Kejagung aja bisa berhasil mengungkap kasus luar biasa besarnya, justru dari temuan BPK RI, ini harus menjadi perubahan paradigma berpikir baru bagi proses penegakan hukum di Negeri ini," Pungkasnya.

Diakhir wawancara dengan awak media hari ini, di kantor Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Jalan Pelangi Pekanbaru, Feri juga berharap kepada Kajati Riau, Dr Mia Amiati, SH.,M.H, agar terus membongkar kasus-kasus besar di Riau, yang masih banyak tersisa, seperti Korupsi Siak, yang telah menetapkan tersangka, Yan Prana, Kasus Korupsi 42 Miliar di UIN Suska Riau, Bengkalis, dan Rohil di sinyalir banyak temuan BPK RI yang layak untuk di selidiki Kejaksaan.

(Ishak)

Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau mengetahui kejadian/peristiwa dimanapun atau ingin berbagi foto dan video, silakan dikirim ke nomor WA:  0812 6830 5177 - Atau EMAIL redaksi : aktualdetik19@gmail.com.
JANGAN LUPA 
Mohon dilampirkan data pribadi

Komentar Via Facebook :