Tegas, Ketua KADIN Bengkalis Bantah Dualisme Kepengurusan,Ini Bukti Konkretnya

Bengkalis - Tentang beredarnya isu terjadi dualisme kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dibantah oleh ketua KADIN Bengkalis Masuri, S.H.

Dibeberapa media, pria yang akrap disapa Mas Bagong itu mengatakan Kepengurusan KADIN yang sah saat ini masih ketuai Rosan Perkasa Roslaini, yang saat ini di percaya oleh presiden Joko Widodo Sebagai Duta Besar Indonesia di Amerika Serikat.

“Sedangkan Ketua KADIN Propinsi Riau masih dijabat oleh bapak Juni Ardianto Rachman. Kemudian di Kabupaten Bengkalis masih ada saya yang memimpin di periode ke dua, "tutur Mas Bagong kepada sejumlah wartawan, Rabu (12/5/2021). 

Dikatakan Masuri Kamar Dagang dan Industri (KADIN), adalah salah satu organ negara yang lahir dan diatur mekanismenya oleh UU No.1 tahun 1987, dan juga Keputusan Presiden (Kepres) No. 17 tahun 2010, yang merupakan sebuah wadah sebagai mitra strategis Pemerintah.

Terkait munculnya Kadin baru, Masuri berharap jangan sampai menimbulkan kesan yang membingungkan bagi masyarakat dunia usaha di Kabupaten Bengkalis. Dengan kata lain, jika ada para pihak yang berkeinginan mengkonfirmasi atau sekedar ingin tahu tentang bagaimana dan siapa KADIN Indonesia itu ?.

"Hal itu tentunya sangatlah mudah di zaman saat ini, karena sudah zaman digitalisasi. Misalnya bertanya ke Menko Perekonomian, Menteri Pariwisata, Menteri Investasi, Menteri BUMN dan lainnya. Dan kebetulan beliau-beliau ini berada di Kabinet pak Jokowi, yang sebelumnya di KADIN pusat menjabat sebagai Wakil Ketua Umum, dibawah pimpinan Rosan Perkasa Roslaini, "tambahnya menjelaskan.

Salah satu bukti konkret bahwa tidak adanya Dualisme Kepengurusan KADIN ialah, diterimanya undangan Munas VIII KADIN yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 - 4 Juni 2021 mendatang dari Panitia Penyelenggara Munas VIII di tandatangani oleh Adisatrya Sulisto kepada Kadin Bengkalis yang diketuai oleh Masuri, SH  melalui Kadin Provinsi yang di Ketuai oleh Juni Ardianto Rachman.

Didalam undangan itu jelas tertulis bahwa Munas Kadin ke VIII akan dibuka resmi oleh Presiden RI bapak Joko Widodo, hal ini membuktikan bahwa pemerintah hanya mengakui KADIN dibawah Kepemimpinan Rosan Perkasa Roslaini. 

Hal Senada Disampaikan oleh Wakil Ketua Umum KADIN Riau Iva Desman. dikutip dari Goriau.com, Iva Desman menegaskan KADIN yang sah adalah Kadin yang saat ini dipimpin oleh Rosan Perkasa Roeslani. Kadin ini merupakan Kadin yang berlandaskan UU Nomor 1 Tahun 1987.

Pada 15 Oktober, Kadin Riau sudah mengirimkan surat kepada Gubernur Riau, Syamsuar, yang mana menegaskan bahwa hanya ada satu Kadin di Indonesia. Hal itu dia sampaikan menanggapi klaim dari Kadin lain. 

Kemudian, pada 19 Februari 2020, Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti juga mengirimkan surat kepada Gubernur se-Indonesia bahwa Kadin yang resmi adalah dibawah kepemimpinan Rosan Roeslani.
 
La Nyalla juga meminta kepada Pemerintah Daerah untuk mengabaikan organisasi yang mengatasnamakan Kadin lainnya.

Pemilihan Ketua Umum Kadin

Dilansir dari infojambi.com,  Direncanakan Munas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan dihelat di Bali sekitar Bulan Juni 2021 mendatang. Presiden Jokowi akan membuka Munas para saudagar ini.

Dari banyak agenda Munas yang paling riuh dan menyedot perhatian memilih Ketua Umum Periode 2021 – 2026. Pertarungan sangat ketat, karena Ketum periode 2016 – 2021, Rosan Perkasa Roeslani tidak mencalonkan diri. yang saat ini menjabat Duta Besar di Negeri Adi Kuasa, Amerika Serikat, mengantikan Muhammad Lutfhi yang diangkat menjadi Menteri Perdangangan.

Calon yang muncul saat ini Anindya Bakrie, adalah Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk. Saat ini jabatannya di KADIN Wakil Ketua Umum dan belasan tahun berada dalam kepengurusan Kadin.

Calon lain yang sudah mendeklarasikan maju nenjadi Ketua Umum Kadin adalah Arsjad Rasjid. Putra berdarah Sumsel ini merupakan Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk.

Masing masing calon telah mengantongi dukungan dari daerah. Anindya mengklaim telah mengantongi 75 persen suara dari 34 provinsi di Indonesia.

Dukungan untuk Anindya Bakrie juga datang dari Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Asosiasi Usaha Menengah Indonesia (AUMI), Asosiasi Produsen Kimia Penunjang Indonesia (APKAPI), dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi).

Sedangkan Arsjad Rasjid mendapat dukungan dari 2 Mentri, yakni Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. 

Arsjad Rasjid juga mengklaim telah memperoleh dukungan dari 20 provinsi.(Red)

Komentar Via Facebook :